![]() |
| ilustrasi : koleksi pribadi |
Seorang ksatria yang baru pulang dari medan
perang, kembali ke desanya dan meminang gadis yang dicintainya. Suatu ketika,
setelah acara pernikahan, sang ksatria membawa isterinya kembali ke ibukota
kerajaan. Mereka berdua menaiki perahu kecil karena harus menyeberangi selat yang cukup
lebar.
Dalam perjalanan ditengah selat, tiba-tiba datang badai yang mengerikan,
gelombang laut mengalun tinggi, perahu kecil mereka terombang-ambing dengan keras,
sang isteri sudah sangat ketakutan, tapi dia heran melihat suaminya yang tetap tenang memegang
kemudi perahu.
“Mas, kenapa bisa tenang begitu, padahal
perahu kita hampir pecah dan kita pasti tenggelam binasa!”, teriak sang isteri
ditengah deru badai, “berbuatlah sesuatu, aku sangat takut !”
Sang ksatria menatap tajam kepada isterinya, dia
berdiri dan menghunus pedangnya, dengan cepat ujung pedang hampir menyentuh leher
isterinya. Isterinya terperanjat melihat tindakan suaminya.
“Wahai isteriku, apakah engkau takut dengan tindakanku ini?” tanya sang ksatria kepada isterinya.
Isterinya sambil tersenyum dengan tenang menjawab,
“ Tentu tidak, suamiku, pedang itu dalam genggaman tanganmu, aku tahu engkau
mencintaiku dan aku percaya engkau tidak akan melukai aku !”
Sang ksatria menjawab dengan lembut, “Begitulah yg terjadi dengan badai ini, isteriku, badai ini tunduk kepada Allah Yg Maha Mencintai hambaNYA, badai ini dalam genggaman tanganNYA, seperti halnya pedang ini yang tunduk kepadaku, dia tidak akan melukaimu, karena aku mencintaimu !”
Sang ksatria memeluk isterinya, dan berkata, “Isteriku, apapun yg terjadi, kita akan tenggelam atau kita selamat, semuanya adalah baik, karena tidak ada yang salah dalam tiap keputusanNYA !”







0 comments:
Posting Komentar